Munggahan di Kampung Halaman

Munggahan di Kampung Halaman

Angin berembus lembut, membelai pucuk-pucuk padi yang hijau membentang sejauh mata memandang. Dari saung kecil beratap ilalang di pinggir sawah, aroma nasi hangat mengepul, bercampur harumnya sambal terasi yang baru saja diulek. Di atas meja kayu sederhana, tersaji hidangan khas kampung yang selalu menghadirkan rasa rindu: sepiring nasi putih yang pulen, tempe goreng keemasan, tumis daun singkong, telur dadar, dan segelas teh hangat yang mengepul dari teko tanah liat.

Aku menghela napas panjang, menikmati kedamaian yang hanya bisa ditemukan di tempat ini. Kampung halaman selalu punya cara menyambut kita dengan kehangatan yang tak bisa dijelaskan kata-kata.

"Munggahan kali ini istimewa, ya?" suara Bapak membuyarkan lamunanku.

Aku menoleh, melihat senyumnya yang penuh kebijaksanaan. Usianya memang sudah tak muda lagi, rambutnya mulai memutih, tapi sorot matanya tetap hangat seperti dulu. Di sampingnya, Ibu sibuk menata lauk-pauk, sesekali mengusap keringat di dahi dengan ujung kerudungnya.

"Iya, Pak. Rasanya sudah lama sekali nggak munggahan bareng begini," jawabku, mencuil sedikit tempe goreng dan mencelupkannya ke dalam sambal yang pedas menggigit.

Munggahan selalu menjadi momen yang kami nantikan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Sebuah tradisi sederhana, tetapi penuh makna. Bukan soal mewahnya makanan yang terhidang, bukan pula soal kemegahan perayaan, tetapi tentang kebersamaan. Duduk mengelilingi meja, bercengkerama, saling meminta maaf, dan menguatkan niat untuk menjalani bulan puasa dengan hati yang lebih bersih.

Di kejauhan, Gunung Ciremai berdiri gagah, menjadi saksi bisu perjalanan waktu. Di bawahnya, sawah-sawah membentang, mencerminkan ketekunan para petani yang sejak pagi menyatu dengan tanah. Ada ketenangan di sini, ada kehangatan yang tak bisa ditemukan di kota-kota besar.

Aku menyendok nasi, mengunyahnya perlahan, menikmati setiap suapan seolah menyimpan kenangan yang harus diabadikan dalam ingatan. Di sinilah aku berasal. Di antara hijau sawah, hangatnya senyum Bapak dan Ibu, serta hidangan sederhana yang selalu terasa istimewa.

Sebentar lagi Ramadhan akan tiba, dan munggahan ini adalah pengingat bahwa kebersamaan adalah berkah yang paling berharga.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org
Materi PKBM Gratis

Dapatkan materi pembelajaran PKBM secara gratis. Klik tautan di bawah untuk akses penuh.